www.peristiwaRakyat.com.ǁSumenep,30 Desember 2025-Kapolres Sumenep AKBP Rivanda mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru 2026.
Imbauan tersebut disampaikan dengan alasan empati terhadap warga di sejumlah wilayah yang tengah dilanda bencana alam, khususnya di Sumatera.
Namun, di sisi lain, kepolisian tetap menyiapkan skema pengamanan ketat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Rivanda, euforia pergantian tahun dinilai berpotensi memicu aktivitas yang tidak produktif dan berisiko, sehingga perlu dimaknai secara lebih reflektif dengan mengedepankan solidaritas sosial.
Ia mengajak masyarakat mengganti perayaan dengan doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana.
“Pesta kembang api kami imbau untuk ditiadakan. Mari kita ganti dengan doa bersama sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Sumatera,” tegas AKBP Rivanda, Selasa (30/12/2025).
Meski mengimbau pembatasan perayaan, Polres Sumenep tetap mengerahkan 170 personel guna mengamankan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Personel tersebut disebar di sejumlah titik strategis, seperti terminal, pelabuhan, kawasan wisata, hingga pusat keramaian.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mobilitas masyarakat, tetapi juga pada pencegahan potensi gangguan keamanan, termasuk aksi balap liar yang kerap muncul saat malam pergantian tahun.
AKBP Rivanda menegaskan, langkah pengamanan ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif, meskipun tidak ada larangan resmi terkait perayaan tahun baru.
“Pengamanan kami fokuskan pada titik-titik keramaian dan aktivitas masyarakat agar perayaan tahun baru di Sumenep berlangsung aman dan tertib,” terangnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap imbauan tersebut dapat dipatuhi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama, di tengah kondisi sebagian wilayah Indonesia yang masih berjuang menghadapi dampak bencana alam.

