Usai Anjlok Tahun 2025, Luas Tanam Tembakau Sampang Kini Melonjak 3 Kali Lipat

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,31Agustus 2026-Tembakau kembali menjadi pilihan utama petani di Kabupaten Sampang, Madura, pada musim kemarau 2026.

Setelah sempat mengalami penurunan luas tanam secara drastis pada 2025, areal tembakau tahun ini justru melonjak hingga lebih dari 13 ribu hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan perubahan pola tanam petani yang cukup signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Nurdin, menyebut, luas tanam tembakau saat ini bahkan jauh melampaui kondisi normal yang selama ini berada di kisaran 8 ribu hektare.

“Terus terang sekarang ini luasannya meningkat,” ujarnya kepada , Senin (31/8/2026).

Menurutnya, satu di antara pemicu utama perubahan tersebut adalah kondisi cuaca.

Musim kemarau 2026 yang berlangsung lebih panjang dan kering membuat petani melihat tembakau sebagai tanaman yang lebih memungkinkan dibudidayakan dibandingkan komoditas yang membutuhkan pasokan air lebih banyak.

Akibatnya, lahan yang sebelumnya tidak digunakan untuk menanam tembakau kembali ditanami.

“Yang tadinya tidak tanam, sekarang tanam. Makanya sampai 13 ribu (hektare) lebih,” terangnya.

Kebalikan Kondisi pada 2025

Fenomena ini sekaligus menjadi kebalikan dari kondisi yang terjadi pada 2025.

Saat itu, luas tanam tembakau Sampang hanya sekitar 4.500 hektare.

Padahal, pada 2024 luasnya masih mendekati 9 ribu hektare.

Nurdin menyampaikan, salah satu persoalan yang membuat petani mengurangi penanaman tembakau pada 2025 adalah kemarau basah.

Hujan yang masih turun membuat tanaman tembakau mengalami gangguan sehingga petani harus melakukan penanaman ulang.

Dalam beberapa kasus, petani bahkan melakukan penanaman hingga tiga sampai empat kali.

“Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin tinggi, sementara kemampuan modal petani semakin terbatas,” jelas Nurdin.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, cuaca kering pada 2026 justru memberikan ruang bagi petani untuk kembali menanam tembakau secara lebih luas.

Lonjakan tersebut membuat luas areal tembakau Sampang kini mencapai angka yang jauh di atas rata-rata tahunan.

“Dengan luas tanam yang mencapai lebih dari 13 ribu hektare, produksi tembakau Sampang tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.