Bupati Bangkalan Paparkan Strategi Pertanian Tumbuh 8 Persen ke Mahasiswa Politeknik KP Sidoarjo

www.peristiwaRakyat.com.ǁBangkalan,11 Maret 2026-Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memberikan Kuliah Umum di hadapan puluhan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (PK) Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (11/3/2026).

Bupati Lukman mengupas “Strategi Sektor Pertanian Tumbuh 8 Persen” pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Jafar. 

Mengawali paparannya, Lukman mengungkapkan, pertumbuhan sektor pertanian pada 2023 masih berkutat di angka minus 4,01 persen dan semakin menurun hingga minus 10,42.

Sementara distribusi sektor pertanian berada di angka 24,08 persen di tahun 2021 dan 20,79 persen di tahun 2024. 

“Dampak nyata tahun pertama atau 13 bulan, produksi beras kami surplus. Pertumbuhan sektor pertanian Bangkalan tumbuh di angka 5,15 persen. Sementara sektor distribusi pertanian berada di angka 21,21 persen,” ungkap Lukman. 

Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor pertanian dan distribusi itu tidak lepas dari pembangunanan infrastruktur berkelanjutan, layanan pemenuhan air bersih, pengendalian pemanfaatan ruang sebagai upaya optimalisasi akselerasi pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan produktivitas sektor unggulan, seperti pertanian dan kelautan. 

“Keterbatasan layanan infrastruktur dan air bersih memang menjadi permasalah daerah, namun kami secara perlahan melakukan pembenahan untuk percepatan terwujudnya kedaulatan pangan dan penurunan stunting,” jelas Lukman. 

Kuliah Umum itu merupakan rangkaian dari Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Bangkalan dengan Politeknik KP Sidoarjo di Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pneingkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
 
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Dr Yaser Krisnafi beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Zainal Alim, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan, CHK Karyadinata, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangkalan, Eko Setiawan. 

“Melalui akselerasi peningkaran produktivitas sektor unggulan dan investasi, kami betekad mewujudkan kedaulatan pangan, penurunan angka stunting, peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga mengikis angka kemiskinan dan pengangguran, serta terciptanya peningkatan ketahanan sosial dan budaya,” tegas Lukman. 

Bangkalan Digadang-gadang Jadi Lumbung Padi Nasional 

Pemberdayaan petani dan penguatan produksi pangan lokal secara berkelanjutan menjadi fokus Bupati Lukman di sektor pertanian.

Langkah tersebut sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan, sebagaimana semangat program Gerakan Nasional Tani Kemandirian (Genta) Pangan.

Bangkalan memiliki luas wilayah 1.260,14 KM persegi yang terbagi menjadi 18 kecamatan, memiliki hamparan lahan tanam padi 52.000 hektare dan luas tegal mencapai 62.455 hektare. 

Produksi beras di Bangkalan yang dirangkum Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bangkalan periode Otober 2023 hingga September 2024 mencapai 162.895 ton.

Sementara kebutuhan konsumsi sebesar 72.648 ton, maka produksi beras di Kabupaten Bangkalan masih surplus 90.246 ton.  

Dengan begitu, Bangkalan diproyeksikan Kementerian Pertanian RI sebagai tulang punggung atau lumbung padi nasional pada tahun 2025.

Sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian, Andi Arman Sulaiman ketika mendatangi area persawahan di Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, Bangkalan pada 14 Mei 2024 lalu.

Bupati Lukman menjelaskan, pertanian menjadi salah satu sektor daya ungkit Pemkab Bangkalan dalam upaya mewujudkan pembangunan manusia yang berakhlakul karimah, cerdas, sehat, dan berdaya saing, serta mewujudkan pelayanan sosial yang prima dan lebih baik. 

Sehingga, lanjutnya, terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan serta budaya literasi masyarakat, hingga menurunnya tingkat pengangguran dan menurunnya kebutuhan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

“Pada satu sisi, kami juga terus berupaya meningkatkan PDRB sektor unggulan, meningkatkan pengembangan desa, dan meningkatkan ketahanan pangan daerah,” pungkas Lukman.