Diduga Terjatuh dari Perahu, Nelayan Bangkalan Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Sampang

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,1 Maret 2026-Warga pesisir pantai Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura digegerkan dengan penemuan jasad pria pada Minggu (1/3/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Andi Yuswandi (37), nelayan asal Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kabupaten Bangkalan. Ia ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia di pesisir pantai Dusun Dung Gadung, wilayah Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates.

Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad korban ditemukan oleh dua remaja setempat, Afdan Amirul Abror (16) dan Rivandi (17).

Keduanya awalnya hendak menuju laut untuk mengambil jaring ikan. Namun, setibanya di tepi pantai, mereka dikejutkan dengan sesosok tubuh pria yang tergeletak kaku dalam posisi terlentang.

“Melihat kondisi korban sudah tidak bergerak, saksi langsung kembali ke rumah untuk memberi tahu keluarga dan perangkat desa,” kata Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Kepala Dusun setempat, Mohammad Rido, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Banyuates.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui merupakan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Dilaporkan Hilang Sejak Jumat

Korban terakhir kali terlihat melaut seorang diri pada Jumat (27/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB. Namun hingga keesokan harinya, korban tak kunjung pulang.

“Pihak keluarga sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sepuluh,” terang AKP Eko.

Upaya pencarian dilakukan sejak Sabtu (28/2/2026) dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Polairud Bangkalan, hingga relawan.

Namun, pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan direncanakan dilanjutkan keesokan harinya.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Hampir seluruh tubuhnya tampak melepuh dan kebiruan, dengan posisi kaku dan mulut terbuka.

Selain itu, jasad korban juga sudah mengeluarkan bau tidak sedap, diduga akibat terlalu lama berada di air laut.

“Berdasarkan analisa sementara, korban diduga terjatuh dari perahu saat melaut dan tidak mampu berenang hingga akhirnya tenggelam,” tutur AKP Eko.

“Arus laut kuat diduga menyeret tubuh korban hingga terdampar di pesisir pantai Dusun Dung Gadung,” imbuhnya.

Sementara, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka.

“Keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi serta menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun, karena menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” tutupnya