www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,4 Januari 2026-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Madura mengambil langkah serius dengan menambah dan memperketat sistem pengamanan gudang penyimpanan alsintan.
Hal itu dilakukan, menyusul hilangnya satu unit mesin hand traktor beberapa waktu lalu, bahkan sudah terjadi berulang kali.
Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono, mengatakan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihaknya agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Apalagi, kehilangan aset ini tercatat bukan yang pertama kali terjadi.
“Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Pengamanan akan kami perbaiki dan perketat agar kejadian kehilangan hand traktor tidak terjadi lagi,” ujar Suyono, Minggu (4/1/2026).
Selama ini, pihaknya telah memasang kamera pengawas (CCTV) serta memperkuat pagar gudang.
Namun, fakta masih terjadinya kehilangan menunjukkan bahwa sistem pengamanan tersebut perlu ditingkatkan lagi.
“Artinya pengamanan yang ada belum maksimal, ini yang akan kami benahi ke depan,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Disperta-KP Sampang berencana mengubah sistem pengelolaan dan distribusi alsintan.
Mesin yang sudah dirakit dan siap digunakan tidak akan disimpan terlalu lama di gudang, melainkan segera disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan.
“Penyaluran akan kami percepat supaya mesin tidak terlalu lama berada di gudang,” jelasnya.
Selain itu, pengamanan fisik terhadap hand traktor juga akan diperketat.
Jika sebelumnya mesin hanya dipasang menggunakan baut, ke depan Disperta-KP akan menambah pengelasan agar alat pertanian tersebut lebih sulit dipindahkan atau dicuri.
“Tidak cukup hanya dibaut. Ke depan akan kami las, sehingga jika ada yang berniat mengambil, tidak bisa dengan mudah,” tegas Suyono.
Sementara terkait proses hukum, Disperta-KP Sampang telah melaporkan kejadian kehilangan tersebut ke pihak kepolisian pada 29 Desember 2025, setelah peristiwa diketahui terjadi pada 27 Desember 2025.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
“Untuk kronologi dan pelaku, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Kami fokus pada pembenahan internal dan pengamanan,” pungkasnya.

