www.peristiwaRakyat.com.ǁSumenep,8 Januari 2026-Proyek pelebaran jalan kabupaten di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep hingga awal Januari 2026 belum juga rampung. Padahal, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 10 miliar itu sejatinya ditargetkan selesai pada Desember 2025.
Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 09.28 WIB tampak sejumlah pekerja masih terlihat melakukan pemadatan tanah dan pemasangan plester pada tebing penahan tanah (TPT). Sementara di beberapa titik ujung jalan, proses pengaspalan belum dilakukan.
Proyek yang memiliki panjang sekitar 1.500 meter tersebut mencakup sejumlah pekerjaan, di antaranya pemasangan u-ditch, pemadatan badan jalan, pengaspalan, serta pembangunan TPT.
Anggaran proyek yang bersumber dari pemerintah pusat (APBN 2025) ini melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Salamet Supriyadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Karena itu proyek pusat, kami di daerah tidak ikut mengelola. Lelangnya langsung dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Timur,” tutur Salamet saat dihubungi.
Terpisah, perwakilan PT Dua Putri Kedaton selaku pelaksana proyek, Irwanto membenarkan bahwa pengerjaan proyek tersebut mengalami keterlambatan hingga melewati tahun anggaran.
Menurutnya, keterlambatan itu bukan disebabkan kelalaian pihak kontraktor, melainkan karena proses kontrak yang baru berjalan di akhir November 2025.
“Kontraknya memang baru efektif di akhir November. Jadi waktu pengerjaan sangat mepet. Bukan karena kami menunda,” jawab Irwanto
Meski demikian, Irwanto mengakui bahwa proyek tersebut tetap dikenai sanksi denda keterlambatan karena bukan termasuk proyek multiyears.
“Ini proyek single years, bukan multiyears. Jadi meskipun diberi tambahan waktu 50 hari kalender, denda tetap diberlakukan,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pihaknya optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Target kami paling lambat tanggal 15 Januari sudah selesai. Pekerjaannya dikebut dan kami terus lembur,” terang Irwanto.

