www.peristiwaRakyat.com.ǁSumenep,21 Juli 2026-Penantian panjang warga Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, terhadap perbaikan jembatan akhirnya berujung aksi swadaya, Senin (20/7/2026).
Setelah sekitar 1,5 tahun jembatan putus akibat longsor belum diperbaiki, masyarakat bersama pemerintah desa membangun jembatan darurat agar akses warga kembali terbuka.
Menurut Kepala Desa Gadu Barat, M Sadi Jamal, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
Karena itu, pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera merealisasikan pembangunan permanen agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Jembatan penghubung desa itu terputus akibat longsor pada akhir tahun 2024 lalu, dan belum juga diperbaiki hingga kini.
Perbaikan dilakukan bersama pemerintah desa, agar akses utama yang menghubungkan aktivitas warga dapat kembali dilalui, meski hanya bersifat sementara.
M Sadi Jamal mengatakan, langkah tersebut diambil karena warga sudah terlalu lama menunggu realisasi pembangunan dari Pemkab Sumenep.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.
“Yang kami lakukan ini hanya penanganan darurat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. Untuk pembangunan permanen tentu desa tidak mampu karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,” kata Sadi Jamal saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Berdampak pada Mobilitas Warga
Ia menjelaskan, putusnya jembatan selama ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga.
Bahkan, petani kesulitan mengangkut hasil panen, pedagang harus memutar jalur untuk menuju pasar, sementara para pelajar dan warga yang hendak mengakses layanan publik juga ikut terdampak.
Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat sepakat bergotong royong memperbaiki akses yang rusak agar bisa kembali dimanfaatkan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah kabupaten.
Sadi Jamal berharap, upaya swadaya masyarakat ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sehingga rehabilitasi jembatan dapat segera direalisasikan.
Sebab, perbaikan darurat yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan pembangunan konstruksi permanen.
“Harapan kami tentu pemerintah kabupaten segera turun tangan. Jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga sangat membutuhkan penanganan permanen,” terangnya.
