www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,15 September 2026-Bagi masyarakat Sampang, Aji Gunung bukanlah sebuah nama yang asing.
Kompleks makamnya berada di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang.
Hingga kini, makam tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat yang datang untuk berziarah dan mendoakan para ulama yang telah lebih dulu meninggal dunia.
Aji Gunung dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki pengetahuan agama.
Kisah tentang dirinya juga terus disampaikan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Juru Kunci Makam Aji Gunung, Muhammad Rokib, menyebut nama asli Aji Gunung adalah Raden Qobul.
Menurut cerita yang berkembang, Raden Qobul masih memiliki garis keturunan Pangeran Mas Arosbaya.
Namun, terdapat pula riwayat yang menyebut beliau memiliki hubungan keturunan dengan Syeh Ali Murtadha.
“Makanya banyak para peziarah dari luar Madura mendatangi makam Aji Gunung, karena terkenal dengan kewaliannya,” ujar Rokib, Selasa (15/9/2026).
Sebutan Aji Gunung juga memiliki kaitan dengan tempat beliau menetap.
Rokib menjelaskan, istilah ‘Aji’ pada masa lampau biasa digunakan untuk menyebut guru ngaji.
Sedangkan ‘Gunung’ merujuk pada wilayah Gunung Sekar, tempat Aji Gunung bermukim.
Nama Aji Gunung juga tidak lepas dari cerita tentang sejumlah tokoh agama yang disebut pernah belajar kepadanya.
Di antaranya Kiai Agung Raba Pamekasan atau Kiai Abdurrahman, Kiai Abdul ‘Allam Prajjan Sampang, serta Kiai Abdul Jabbar alias Buju’ Napo dari Omben, Sampang.
Keberadaan para ulama tersebut menjadi salah satu alasan nama Aji Gunung masih dikenang hingga sekarang.
Tradisi ziarah ke makamnya pun tetap berlangsung.
Masyarakat datang untuk membaca doa, berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
Pada bulan Ramadan, jumlah peziarah biasanya meningkat. Sebagian bahkan datang pada malam hari dan berada di kompleks makam hingga waktu sahur.
Menurut Rokib, para peziarah mengisi waktu tersebut dengan kegiatan keagamaan.
“Mereka meminta barokah kepada Allah lewat dzikir dan mengkhatamkan Al-Qur’an,” tuturnya.
Salah seorang peziarah, Khoirul Umam, menyampaikan dirinya sering berziarah terutama pada bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya memperbanyak kegiatan ibadah.
“Ziarah ke makam para wali agar mendapatkan barokah sehingga bisa merubah pola hidup menjadi lebih baik,” tuturnya.
Hingga kini, Asta Aji Gunung masih menjadi salah satu tempat yang didatangi masyarakat ketika ingin berziarah kepada ulama yang dikenal dalam sejarah keagamaan masyarakat Sampang.
