Puncak Kemarau di Bangkalan, Ribuan KK Terdampak Kekeringan Mulai Minta Tambahan Air Bersih

www.peristiwaRakyat.com.ǁBangkalan,20 Juli 2026-Sedikitnya 300 ton liter bantuan air bersih untuk puluhan ribu Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan di 20 desa telah didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan pada 3 Juli 2026 lalu.

Namun beberapa desa di antaranya, mulai kembali meminta tambahan dropping air bersih karena persediaannya mulai menipis. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rachman Surya Atmaja, mengungkapkan, pada Senin (20/7/2026), ada permintaan tambahan dukungan air bersih dari pihak Kecamatan Blega, Kecamatan Tanah Merah, dan Kecamatan Sepulu. 

“Pagi tadi ada telepon dari pihak kecamatan soal tambahan bantuan air bersih, Ada empat desa di tiga kecamatan yang mulai kembali mengusulkan,” ungkap Arif, Senin (20/7/2026). 

Data permohonan air bersih yang diterima dari BPBD Bangkalan per 3 Juli 2026 menyebukan, total masyarakat terdampak kekeringan akibat musim kemarau sedikitnya berjumlah 22.677 KK yang tersebar di empat kecamatan.

Di Kecamatan Tanah Merah terdiri dari 402 KK di Desa Padurungan, Desa Pacentan sejumlah 405 KK, Desa Pangeleyan sejumlah 250 KK, dan Desa Kranggan Barat sejumlah 500 KK.

Untuk Kecamatan Kokop sebanyak ribuan KK di 11 desa terdampak kekeringan yang membutuhkan pasokan air bersih.

Meliputi 1.281 KK di Desa Bandasoleh dengan usulan 50 tangki, 1.771 KK di Bandang Laok dengan usulan 63 tangki, 1.737 KK di Desa Tramok dengan usulan 55 tangki.

Selanjutnya, 2.100 KK di Desa Katol Timur dengan usulan 65 tangki, 3.405 KK di Desa Durjan dengan usulan 75 tangki, 1.022 KK di Desa Kokop dengan usulan 50 tangki, 2.652 KK di Desa Tlokoh dengan usulan 35 tangki. 

Sejumlah 2.456 KK di Desa Manoan dengan usulan 25 tangki, 2.200 KK di Desa Dupok dengan usulan 20 tangki, 704 KK di Desa Lembung Gunong dengan usulan 50 tangki, dan 1.770 KK di Desa Mandung dengan usulan 25 tangki. 

Di Kecamatan Sepulu meliputi Desa Saplasah, Desa Gunilap, Desa Kelbung, dan Desa Klapayan yang masing-masing desa mengusulkan 5 tangki bantuan air bersih.

Sementara di Kecamatan Kwanyar hanya meliputi Desa Morombuh. 

“Setiap hari BPBD Bangkalan memberangkat dua unit tangki untuk 2 desa, pengiriman bantuan air bersih dilakukan menyesuaikan permintaan dari pihak kecamatan,” jelas Arif.

Dampak Kekeringan Berpotensi Meluas

Musammil (47), warga Desa Tanagurah Barat, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, mengungkapkan, sejauh ini ketersediaan air bersih di desanya masih dalam kondisi aman.

Namun kondisinya akan berbeda apabila musim kemarau tahun ini lebih lama, sehingga bisa mengancam keberadaan air bersih di sumur-sumur warga. 

Insyaallah apabila kemarau tidak berkepanjangan, ketersediaan air bersih di desa saya masih aman. Termasuk di desa-desa sekitar seperti Banyior, Labuhan, Tanagurah Timur, Lembung Pesisir,” ungkap Semmil melalui sambungan telepon. 

Beberapa desa rawan terdampak krisis air bersih, lanjutnya, meliputi Desa Kelbung, Desa Kalapyan, Desa Saplasah, Desa Bangserih, Desa Gangsian, dan Desa Kalabetan. 

Kekeringan Diprediksi hingga Akhir Agustus 

Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang telah melewati 21 hari tanpa hujan (HTH).

Sehingga ketersediaan air bersih untuk beberapa KK sudah mulai menipis. 

Meski demikian, pihak BPBD Bangkalan menyatakan, hingga pekan ketiga di Bulan Juli ini, belum ada tambahan desa terdampak atau dampak musim kemarau belum meluas. 

“Saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau, prediksi BMGK tentang HTH sampai akhir Agustus. Distribusi bantuan air bersih akan kami lakukan kembali mulai Senin pekan depan,” pungkas Arif.