www.peristiwaRakyat.com.ǁSumenep,23 September 2026-Sesosok jasad laki-laki tanpa identitas ditemukan warga di bibir pantai Dusun Berumbung, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab kematiannya.
Penemuan jasad tersebut bermula saat seorang nelayan bernama Hodri menguras air di perahunya yang berada di sekitar lokasi.
Setelah pekerjaannya selesai dan hendak pulang, ia melihat telapak kaki seseorang di pinggir pantai.
Karena curiga dan panik, Hodri segera meninggalkan lokasi untuk memberi tahu keluarga dan warga sekitar.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun Berumbung, Abd Hamid.
Setelah memastikan adanya jasad di lokasi, kepala dusun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bluto.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi penemuan.
Petugas gabungan dari Polsek Bluto, Unit Identifikasi Polresta Sumenep, Unit Resmob, Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Sumenep, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Bluto melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap korban.
Selain memeriksa kondisi korban, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui awal mula penemuan jasad tersebut.
Korban masih berstatus Mr X karena belum diketahui identitasnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr H Moh Anwar Sumenep untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum.
Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Bluto, AKP Agus Sugito, mengatakan, penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap identitas korban, kronologi kejadian, serta penyebab kematiannya.
Petugas telah melakukan olah TKP, pemeriksaan terhadap saksi-saksi, identifikasi terhadap korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan,” ungkap AKP Agus Sugito.
Selanjutnya, pihaknya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera menghubungi pihak kepolisian.
“Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses identifikasi korban dan mempercepat pengungkapan kasus tersebut,” ucapnya.
