www.peristiwaRakyat.com.ǁBangkalan,28 Juni 2026-Dalam dua hari terakhir, beredar foto di media sosial tentang wajah pria berkacamata minus dan mengenakan masker.
Sebagaimana ciri-ciri pria yang keluar dari pintu kemudi mobil dinas (mobdin) Toyota Innova berwarna hitam nopol M 1090 GP di area parkir terminal Bandara Juanda, Sidoarjo pada Sabtu (20/6/2026) sore.
Pada pukul 16.00 WIB, mobdin operasional Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan itu terekam CCTV pintu loket parkir Bandara Juanda.
Dan pria misterius itu meninggalkan Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas PRKP di dalam mobdin hingga jasadnya ditemukan membusuk pada Rabu (24/6/2025) pukul 11.30 WIB.
“Kalau (foto) pria yang beredar itu hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence), bukan seperti itu,” ungkap Kuasa Hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya kepada Tribun Madura, Minggu (28/6/2026).
Almarhumah Ruly merupakan warga Perumahan Lavender, Kelurahan Mlajah. Ibu dengan satu orang anak itu merupakan Aparatus Sipil Negara (ASN) dengan jabatan sekretaris di dinas PRKP Pemkab Bangkalan.
Perkara kematian Ruly berikut siapa sosok pria misterius yang menyopiri mobil dinasnya, saat ini sedang ditangani penyidik Polresta Sidoarjo.
“Pada intinya, kami sebenarnya terutama kuasa hukum serta beberapa anggota keluarga yang penting dan khusus, sudah mengetahui sosok pria itu seperti apa, wajahnya seperti apa, namanya siapa, alamatnya di mana, dan umurnya berapa?. Kami sudah tahu semua, tapi tidak semua anggota keluarga almarhumah,” tegas Risang.
Setelah dievakuasi dari dalam mobdin nya, jasad Ruly tiba di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo untuk dilakukan autopsi secara menyuluruh pada Rabu (24/6/2026) pukul 16.00 WIB.
Jasadnya kemudian tiba di rumah duka, Gang Flamboyan 18 Perumda, Jalan Soekarno-Hatta pada Kamis (25/6/2026) pukul 00.30 WIB.
Tewas Tidak Wajar
Dalam berkas hasil autopsi bertuliskan, ‘pemeriksaan luar’ yang diterima Tribun Madura dari Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya pada Kamis (25/6/2026) sore menyebutkan, ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah.
Risang menjelaskan, paparan hasil pemeriksaan luar itu merupakan suatu kondisi lazim pada kematian yang dipicu mati lemas.
Ditemukan juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama yang menguatkan bahwa almarhumah Ruly mati lemas atau karena asfiksia.
Meski demikian,, lanjutnya, pihaknya tidak bisa mengambil kesimpulan lebih mendalam sebelum ada hasil autopsi secara menyeluruh.
Namun hasil pemeriksaan luar disebutkan, korban mati lemas yang disebabkan banyak hal; bisa dibekap, ada kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang.
“Jadi meski lemah, ada indikasi penyebab kematian yang tidak wajar. Tapi kami menunggu hasil autopsi menyeluruh, tinggal menunggu hasil toksikologi dari Labfor Polda Jatim,” pungkasnya
