www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,14 April 2026-Rendahnya cakupan vaksinasi di Kabupaten Sampang, Madura, berdampak pada melonjaknya kasus campak yang kini telah mencapai 90 kasus di awal tahun 2026, Selasa (14/4/2026).
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mengakui, tingkat imunisasi masyarakat masih jauh dari harapan.
Minimnya kesadaran warga disebut sebagai faktor utama yang memperparah situasi tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang, Samsul Hidayat melalui Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi, Laili Nafilah mengatakan, rendahnya cakupan vaksinasi bukan hal baru, bahkan sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19.
“Saat pandemi, kegiatan imunisasi sempat terhenti, sehingga kondisinya semakin menurun,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, sehingga rentan terserang penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, termasuk campak.
Dinkes KB Sampang pun terus berupaya mengejar ketertinggalan tersebut.
Berbagai langkah dilakukan, mulai dari menggencarkan promosi kesehatan melalui media sosial hingga
“Kami minta seluruh tenaga kesehatan ikut menyebarkan informasi melalui media sosial, baik berupa video, poster, maupun edukasi singkat tentang campak dan pentingnya imunisasi,” terangnya.
Gandeng Tokoh Agama
Selain itu, Dinkes juga berencana menggandeng tokoh agama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.
Kolaborasi itu akan melibatkan Kementerian Agama serta dukungan pemerintah daerah.
“Kami ingin ada video edukasi dari tokoh agama dan pimpinan daerah agar masyarakat lebih percaya bahwa imunisasi itu aman dan penting,” tuturnya.
Pihaknya menegaskan, vaksinasi merupakan langkah utama dalam mencegah penyakit berbahaya seperti polio, difteri, hingga campak.
Tanpa imunisasi, risiko komplikasi hingga kematian bisa meningkat.
“Campak ini bisa dicegah dengan vaksin MR. Pelayanannya juga mudah dijangkau, bisa di posyandu, puskesmas, rumah sakit, maupun klinik,” pungkasnya.
