Meski Produksi Migas Medco di Sampang Berkurang, Program Pemberdayaan Masyarakat Tetap Berlanjut

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,4 Juni 2026-Produksi minyak dan gas bumi (migas) yang dikelola Medco Energi Sampang Pty Ltd di Kabupaten Sampang, Madura, mengalami penurunan. 

Kondisi itu diungkapkan Manager Field Relation and Community Enhancement Medco Energi Sampang, Hartono, dalam rapat sinkronisasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026 yang digelar bersama SKK Migas dan Pemerintah Kabupaten Sampang, Rabu (3/6/2026).

Menurut Hartono, lapangan migas yang dikelola Medco telah memasuki usia produksi yang cukup tua.

Sejumlah sumur bahkan telah beroperasi lebih dari 15 tahun, sehingga produktivitasnya terus menurun.

“Produksi kami saat ini hanya sekitar 6 persen dari produksi awal. Secara keekonomian sudah berada di bawah ambang yang ideal,” ujarnya.

Meski demikian, Medco memastikan penurunan produksi tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasi migas.

Hartono mengatakan, perusahaan tetap berupaya melaksanakan berbagai program yang telah direncanakan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Kami berharap seluruh program PPM yang telah direncanakan bisa dilaksanakan dengan amanah dan tepat sasaran,” terangnya.

“Yang terpenting manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, menjelaskan, program PPM Medco tahun 2026 akan dilaksanakan di Kecamatan Sampang dan Camplong yang mencakup enam desa, termasuk wilayah Pulau Mandangin.

Seluruh program tersebut berasal dari usulan masyarakat melalui mekanisme Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas).

Kemudian, telah disinkronkan dengan program pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan maupun anggaran.

“Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan telah disepakati bersama, termasuk alokasi anggarannya,” ujarnya.

Beri Dampak Positif

Febrian menambahkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, program PPM yang dijalankan Medco selama ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

Sehingga, ke depan program akan lebih diarahkan pada kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi warga.

“Program non-infrastruktur akan terus didorong karena manfaatnya lebih berkelanjutan dan dapat meningkatkan kompetensi serta kemandirian masyarakat,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, RP Muhammad Zis, mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara program perusahaan dan program pemerintah daerah agar pelaksanaannya lebih efektif serta tepat sasaran.

“Tentu kami berharap seluruh program yang telah disusun dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga di sekitar wilayah operasi migas,” pungkasnya.