Harga LPG 3 Kilogram di Kepulauan Sumenep Meroket, Pasokan Disebut Mulai Seret

www.peristiwaRakyat.com.ǁSumenep,14 Mei 2026-Perbedaan harga LPG 3 kilogram di wilayah daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura ini masih cukup mencolok.

Jika di wilayah daratan gas melon dijual sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, di wilayah kepulauan harganya bisa tembus Rp 28 ribu – Rp 33 ribu.

Penjual LPG 3 kilogram asal Kecamatan Masalembu Sumenep, Aisiyah mengaku pasokan gas bersubsidi di wilayahnya mulai tersendat dalam dua bulan terakhir.

Biasanya dirinya menerima pasokan sekitar 40 hingga 50 tabung. Namun, kini jumlahnya turun drastis menjadi sekitar 10 hingga 20 tabung.

“Tapi dalam dua bulan terakhir pasokan menurun drastis, saya hanya menerima stok sekitar 10 hingga 20 tabung,” ucapnya, Rabu (13/5/2026).

Saat ini ia masih menjual gas melon seharga Rp 30 ribu per tabung kepada warga. Bahkan, ada penjual lain yang mematok harga hingga Rp 32 ribu per tabung.

“Kalau harga dari pangkalan kita ambilnya tetap Rp 28 ribu,” katanya.

Aisiyah mengaku tidak mengetahui pasti penyebab berkurangnya pasokan LPG di wilayah kepulauan.

Namun tambahnya, kondisi cuaca biasanya mempengaruhi distribusi karena kapal pengangkut tidak bisa berlayar.

“Tapi saat kapal normal, rutin berlayar setiap minggu,” tuturnya.

Sementara warga dari Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Sumenep, Tamam menyebut pasokan gas melon di wilayahnya masih tergolong aman.

Meski demikian, harga jual tetap lebih mahal dibanding wilayah daratan Sumenep.

“Kalau di sini harganya berkisar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung,” tuturnya.

Sedangkan pemilik toko kelontong di Kecamatan Batang-Batang, Syaurur Rofi mengatakan distribusi LPG di wilayahnya juga mulai tersendat.

Ia hanya menerima pengiriman sekitar 15 hingga 20 tabung dari pangkalan.

“Saya mendapatkan pasokan dari pangkalan dengan harga Rp 18 ribu per tabung, kemudian saya menjual kembali kepada pembeli seharga Rp 22 ribu,” kata Syaurur Rofi.

Terpisah, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar menjelaskan harga LPG subsidi di wilayah daratan dan kepulauan memang berbeda.

Meski harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di daratan dipatok Rp 18 ribu per tabung, harga di kepulauan menyesuaikan kondisi geografis dan biaya distribusi.

“Bergantung pada biaya transportasi,” paparnya.

Menurutnya, saat ini harga LPG subsidi di wilayah kepulauan berkisar Rp 22 ribu hingga Rp 26 ribu per tabung.

Sedangkan harga tertinggi berada di Kecamatan Masalembu yang mencapai Rp 28 ribu per tabung.

Ia mengeklaim pemerintah telah melakukan pemantauan ke sejumlah stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), agen hingga pangkalan untuk memastikan ketersediaan stok LPG subsidi.

Hasil pemantauan menunjukkan stok LPG subsidi di Kabupaten Sumenep masih dalam kondisi aman.

Dadang mengakui konsumsi LPG mengalami peningkatan seiring momentum keberangkatan jemaah haji. Meski begitu, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu pasokan.

“Untuk sekarang ini kan momen masyarakat naik haji, jadi ada tambahan pemakai, tapi stoknya tetap aman,” katanya.