www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,10 Juni 2026-PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).
Kenaikan harga tersebut turut diberlakukan di Kabupaten Sampang, Madura, dan langsung menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Sampang, dua jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan, yakni Pertamax dan Pertamax Green 95.
Sementara produk BBM nonsubsidi lainnya masih dipertahankan pada harga sebelumnya.
Pengawas SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, Agus Setiawan, mengatakan perubahan harga mulai diberlakukan sejak tengah malam.
“Perubahan harga mulai berlaku tadi malam sekitar pukul 00.00 WIB,” ujarnya.
Untuk Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter.
Sedangkan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 naik menjadi Rp17.000 per liter.
Terkait alasan kenaikan harga tersebut, Agus mengaku pihak SPBU hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pertamina.
“Kami hanya menjalankan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh Pertamina. Untuk alasan kenaikannya kami tidak bisa menjelaskan lebih jauh,” tuturnya.
Tanggapan Masyarakat
Kenaikan harga yang cukup tajam itu langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Sejumlah pengguna kendaraan mengaku terkejut karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan sebelumnya.
Salah seorang warga Sampang, Amir Muslim (27), mengaku kenaikan harga Pertamax akan berdampak langsung terhadap pengeluaran bulanannya.
“Kenaikannya cukup tinggi. Kalau biasanya isi penuh motor sekitar Rp50 ribuan, sekarang pasti lebih mahal. Mau tidak mau pengeluaran harian jadi bertambah,” keluhnya.
Hal senada disampaikan oleh Nur Aini (41), seorang pedagang di Kecamatan Sampang.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu naiknya biaya distribusi barang dan kebutuhan pokok.
“Kalau BBM naik, biasanya ongkos kirim barang juga ikut naik. Kami khawatir harga kebutuhan sehari-hari ikut terdampak,” pungkasnya.
