Suara Tangisan Bayi dari Semak-semak Gegerkan Warga Sampang, Tubuh Dikerubungi Semut

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,8 Juni 2026-Warga Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di semak-semak kawasan perbatasan Kabupaten Sampang dan Bangkalan, pada Minggu (7/6/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara tangisan bayi dari arah semak-semak di belakang permukiman warga. 

Penasaran dengan sumber suara, warga kemudian melakukan pencarian dan menemukan seorang bayi laki-laki yang tergeletak di lokasi tersebut.

Zainal, warga Kecamatan Tambelangan, mengatakan, bayi itu ditemukan di belakang rumah ibunya yang berada di kawasan perbatasan dua kabupaten.

“Bayinya ditemukan di semak-semak belakang rumah ibunya. Alhamdulillah kondisinya masih sehat meskipun sempat dikerubuti semut,” ujarnya.

Penemuan itu segera mengundang perhatian warga sekitar. 

Bayi yang masih hidup itu langsung mendapatkan pertolongan sebelum akhirnya ditangani pihak berwenang.

Zainal menyampaikan, saat bayi ditemukan, ibu yang diduga baru melahirkan telah lebih dahulu mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bangkalan.

Ibu Bayi Dapatkan Perawatan Medis

Sementara, Kepala Puskesmas Tambelangan, dr Bustanul Arifin, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Menurutnya, ibu bayi diketahui menjalani penanganan medis akibat mengalami pendarahan setelah melahirkan.

“Ibu bayi ditangani oleh bidan Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, karena mengalami pendarahan pascamelahirkan. Sedangkan bayinya sudah dibawa oleh pihak kepolisian,” katanya.

Berdasarkan data identitas yang dimiliki petugas, ibu bayi diketahui merupakan warga Kabupaten Bangkalan. 

Namun lokasi penemuan bayi berada di wilayah Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Kasi Humas Polres Sampang saat dikonfirmasi menyampaikan masih menunggu laporan lengkap dari petugas yang menangani perkara.

“Mohon waktu,” ujarnya.