Musim Kemarau di Depan Mata, BPBD Sampang Terus Kumpulkan Data Wilayah Rawan Kekeringan

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,27 April 2026-Menjelang datangnya musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, masih berjibaku merampungkan pemetaan wilayah rawan kekeringan, Senin (27/4/2026).

Pemetaan wilayah rawan merupakan langkah awal dalam menentukan strategi penanganan kekeringan, terutama untuk distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan, pihaknya saat ini masih menghimpun laporan dari masing-masing kecamatan terkait potensi kekeringan.

“Proses tersebut masih belum maksimal karena belum semua kecamatan menyetorkan data wilayah rawan,” ujarnya.

Menurutnya, dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, baru delapan kecamatan yang telah menyampaikan laporan daerah rawan kekeringan.

Sementara enam kecamatan lainnya masih dalam proses pengumpulan data.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar segera melengkapi data tersebut sebagai dasar penanganan saat musim kemarau tiba,” tegasnya.

Potensi Krisis Air Bersih

Di sisi lain, warga mulai mengkhawatirkan potensi krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.

Hoiruddin (28) warga Kecamatan Robatal, Sampang, berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipatif.

Sebab, di tempat tinggalnya, jika sudah kemarau, air sumur cepat kering.

Sehingga membuat warga membeli air. Dan hal itu memberatkan warga.

“Harapan kami bantuan air tahun ini bisa datang lebih awal, jangan menunggu kondisi parah,” pungkasnya.