Tragedi Siang Hari di Sampang, 3 Balita Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Embung

www.peristiwaRakyat.com.ǁSampang,15 Juni 2026-Tiga balita ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah embung air, di Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (14/6/2026) siang.

Ketiga korban diketahui berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4).

Seluruh korban merupakan kakak beradik yang tinggal di desa setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat saksi bernama Alfiya melihat salah satu korban mengambang di dalam embung.

Dia sontak berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang datang ke lokasi kemudian langsung melakukan pencarian setelah mengetahui korban sebelumnya bermain bersama dua saudaranya di sekitar area sumur. 

Dengan cara menyelam ke dalam embung, warga akhirnya menemukan dua korban lainnya di dasar sumur.

Ketiga anak tersebut segera dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas terdekat dengan harapan masih bisa diselamatkan.

Namun nahas, setelah dilakukan pemeriksaan medis, ketiganya dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil Pemeriksaan Sementara

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan terkait insiden tersebut. 

“Informasi awal, ketiga korban diduga celaka sendiri saat bermain di pinggir embung air,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. 

“Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan bahwa kejadian ini murni musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum,” terangnya. 

Di samping itu, embung air tersebut, kata AKP Eko, selama ini memang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. 

Namun lokasi itu tidak diperuntukkan sebagai tempat mandi ataupun mencuci.

Sehingga, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat area berbahaya seperti sumur, sungai, maupun embung.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan dan mengawasi putra-putrinya saat bermain agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.